Selasa, 30 Januari 2018

Dari Pramuniaga Menjadi Pengusaha Sukses.

Membaca buku mungkin tidak semua orang suka,  tetapi apabila isi dari buku tersebut dapat membuat yang tidak suka membaca buku menjadi suka membaca buku berarti buku tersebut sangat menarik untuk di baca, seperti buku yang saya baca yang berjudul DARI PRAMUNIAGA MENJADI PENGUSAHA SUKSES karangan David Green. Dari membaca buku ini saya mendapatkan 2 poin yang akan saya bahas secara singkat.

Poin yang pertama adalah agar kita dapat berhasil dalam pekerjaan kita, yang kedua adalah memimpin dengan teladan.
Apabila kita ingin menjadi pengusaha yang sukses kita tidak boleh sembarangan untuk membuka usaha, apabila kita tidak mencintai atau menyukai pekerjaannya kita tidak akan berhasil. Seperti kata kata dari David Green "Sejak awal saya sudah mencintai pekerjaan ini ,dan itulah hal yang paling penting , agar berhasil dalam bisnis ritel ,anda harus mencintainya. "
Bisnis kita tidak akan berjalan apabila kita tidak bisa menjadi pemimpin yang teladan untuk mengatur usaha yang kita lakukan.

Kesimpulannya adalah di kata pengusaha terdapat kata Usaha, apabila kita ingin menjadi pengusaha yang sukses kita harus berusaha.

Sekian pembahasan saya mengenai buku yang berjudul "Dari pramuniaga menjadi pengusaha sukses."
Maaf apabila ada kesalahan kata - kata. 

Sabtu, 20 Januari 2018

Ayahku adalah pahlawanku

Ayahku merupakan orang tua dari ke empat anak - anaknya. Ayahku adalah kepala keluarga yang sangat baik. Ayahku adalah seorang pekerja keras, dia rela bekerja keras dari pagi sampai sore hanya untuk menghidupi keluarganya , menyekolahkan anak - anaknya dan memfasilitasi kebutuhan keluarga saya.

Ayahku sangat mudah terpancing emosi tetapi di sisi lain kebaikannya tidak ada yang dapat menyaingi , mungkin terkadang saya yang membuatnya marah karena tingkah laku saya , tetapi ayahku tidak pernah lupa untuk menasehatiku agar aku dapat menjadi anak yang teladan seperti kutipan dari Ahmad Dahlan "Warisan terbesar seorang Ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan"

Sesuai dengan judul yang saya buat "Ayah adalah Pahlawanku" mengapa saya memilih judul itu karena dibalik cerita "pengorbanan dan kepedulian ibu" yang saya buat juga ada pahlawan yang mendorong dibalik semua itu dan benar - bekerja keras untukku yaitu Ayahku.

Sebelum membaca cerita ini ,baca Disini Agar dapat mengetahui jalan ceritanya. 

Disaat aku jatuh sakit dan harus di larikan ke rumah sakit, tidak hanya ibuku yang langsung meninggalkan pekerjaannya tetapi ayahku juga rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menjemputku untuk dibawa ke Rumah Sakit. Ayahku menemaniku di ruang UGD bersama dengan ibuku dengan mukanya yang letih karena habis bekerja.

Saat aku di rawat di Rumah Sakit, ayahku sangat konsisten dalam pekerjaannya, saat pagi - pagi ayahku mulai bekerja di tokonya untuk mencari nafkah untuk keluarganya, dan setelah ia bekerja ayahku tidak beristirahat lagi di rumahku  Ayahku langsung jalan ke Rumah Sakit yang jaraknya bisa di bilang jauh dari Sunter ke Karawaci. Setiap hari selama dua minggu ayahku rela pulang pergi dari tempat kerjanya ke Rumahku lalu lanjut lagi ke Rumah sakit hanya untuk menemaniku. 

Apabila ayahku bukan pekerja keras yang konsisten, aku tidak akan sembuh secepat ini.
Karena semua biaya yang dikeluarkan hanya untuk menyembuhkanku semua ditanggung oleh ayahku. Suatu saat aku bertanya kepada ibuku berapa banyak uang yang sudah digunakan untuk keperluan kesembuhanku dan saat aku mengetahuinya dengan nominal yang sangat tinggi akupun mulai merasa tidak enak kepada ayahku, dan aku mulai menyadari bahwa pengorbanan sang Ayah merupakan segalanya, seperti kutipan dari Abdurahman Faiz "Ayah adalah yang teristimewa di Dunia, sebab dari keringannya ia memberi tapak untuk melangkah. " dan itu alasannya mengapa saya menyebut Ayahku adalah Pahlawanku karena tanggung jawabnya dan pengorbanannya sangat besar kepada keluarganya. Terimakasih Ayah.


Kutipan tersebut diambil dari Website ini.




Rabu, 17 Januari 2018

Pengorbanan dan Kepedulian Ibu

Ibu adalah orang tua dari seorang anak. Ibu sangat berperan penting untuk mengurus anak - anaknya , karena dia selalu merawat dan menjaga anak - anaknya sampai mengorbankan apapun demi anaknya.

Ibuku adalah orang yang terkadang suka membuatku kesal atau marah karena suka memarahiku , tetapi aku tidak pernah menyadari bahwa dibalik kata - kata yang membuatku kesal ada kepedulian yang dia berikan kepadaku. Ibuku juga dapat menjadi pendengar sekaligus penasihat yang hebat untukku , karena di setiap aku mendapat masalah atau membuat masalah ibuku tidak pernah lelah untuk menasihatiku.

Satu hadiah yang tak akan pernah aku lupakan adalah kepedulian yang ia berikan kepadaku. Seperti disaat aku sedang sakit, dan ibuku sedang bekerja di tokonya , aku pun jatuh sakit dan harus di larikan ke Rumah Sakit. Tanpa pikir panjang ibuku rela meninggalkan pekerjaannya demi mengantarkanku ke Rumah Sakit.

Disaat aku sampai di rumah sakit dan harus di rawat , ibuku rela tak bekerja hanya untuk menemaniku di Rumah sakit. Selama 2 minggu aku berada di rumah sakit ibuku selalu menemaniku di sampingku , disaat aku sedih karena harus di rawat dalam waktu yang sangat panjang ibuku tidak pernah lelah untuk menyemangatiku agar aku lebih semangat untuk melawan penyakit dan tidak memikirkan yang lain selain kesembuhan , ibuku juga tidak pernah lupa untuk mendoakanku.
Dihari itu aku pun akan di Operasi , saat aku mulai lemas karena takut , tetapi ibuku selalu menguatkanku dan mengingatkanku untuk berdoa untuk kelancaran operasi.
Setelah selesai operasi aku menemui ibuku dengan mukaya yang cemas,dan  aku bertanya ke ibuku "Ma , mama ngapain aja ma pas Ferdi di Operasi ?" dan ibuku menjawab "Mama cuma  tungguin kamu disini sambil berdoa."

Dari situ akupun mulai menyadari bahwa kasih , pengorbanan dan kepedulian  yang ibu berikan sangat besar kepada anaknya seperti kata - kata dari Iwan Fals "Seperti udara kasih yang kau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu." , apapun dia akan lakukan hanya untuk kehidupan anaknya , aku tidak akan bisa hidup apabila ibuku tidak bekerja keras untukku. Terimakasih ibu.




kutipan tersebut diambil dari   Website ini