Sabtu, 20 Januari 2018

Ayahku adalah pahlawanku

Ayahku merupakan orang tua dari ke empat anak - anaknya. Ayahku adalah kepala keluarga yang sangat baik. Ayahku adalah seorang pekerja keras, dia rela bekerja keras dari pagi sampai sore hanya untuk menghidupi keluarganya , menyekolahkan anak - anaknya dan memfasilitasi kebutuhan keluarga saya.

Ayahku sangat mudah terpancing emosi tetapi di sisi lain kebaikannya tidak ada yang dapat menyaingi , mungkin terkadang saya yang membuatnya marah karena tingkah laku saya , tetapi ayahku tidak pernah lupa untuk menasehatiku agar aku dapat menjadi anak yang teladan seperti kutipan dari Ahmad Dahlan "Warisan terbesar seorang Ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan"

Sesuai dengan judul yang saya buat "Ayah adalah Pahlawanku" mengapa saya memilih judul itu karena dibalik cerita "pengorbanan dan kepedulian ibu" yang saya buat juga ada pahlawan yang mendorong dibalik semua itu dan benar - bekerja keras untukku yaitu Ayahku.

Sebelum membaca cerita ini ,baca Disini Agar dapat mengetahui jalan ceritanya. 

Disaat aku jatuh sakit dan harus di larikan ke rumah sakit, tidak hanya ibuku yang langsung meninggalkan pekerjaannya tetapi ayahku juga rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menjemputku untuk dibawa ke Rumah Sakit. Ayahku menemaniku di ruang UGD bersama dengan ibuku dengan mukanya yang letih karena habis bekerja.

Saat aku di rawat di Rumah Sakit, ayahku sangat konsisten dalam pekerjaannya, saat pagi - pagi ayahku mulai bekerja di tokonya untuk mencari nafkah untuk keluarganya, dan setelah ia bekerja ayahku tidak beristirahat lagi di rumahku  Ayahku langsung jalan ke Rumah Sakit yang jaraknya bisa di bilang jauh dari Sunter ke Karawaci. Setiap hari selama dua minggu ayahku rela pulang pergi dari tempat kerjanya ke Rumahku lalu lanjut lagi ke Rumah sakit hanya untuk menemaniku. 

Apabila ayahku bukan pekerja keras yang konsisten, aku tidak akan sembuh secepat ini.
Karena semua biaya yang dikeluarkan hanya untuk menyembuhkanku semua ditanggung oleh ayahku. Suatu saat aku bertanya kepada ibuku berapa banyak uang yang sudah digunakan untuk keperluan kesembuhanku dan saat aku mengetahuinya dengan nominal yang sangat tinggi akupun mulai merasa tidak enak kepada ayahku, dan aku mulai menyadari bahwa pengorbanan sang Ayah merupakan segalanya, seperti kutipan dari Abdurahman Faiz "Ayah adalah yang teristimewa di Dunia, sebab dari keringannya ia memberi tapak untuk melangkah. " dan itu alasannya mengapa saya menyebut Ayahku adalah Pahlawanku karena tanggung jawabnya dan pengorbanannya sangat besar kepada keluarganya. Terimakasih Ayah.


Kutipan tersebut diambil dari Website ini.




1 komentar:

  1. Ferdi... papa kamu memang galak. Tapi dibalik galaknya dia, ada rasa sayang yang luar biasa. Waktu kamu di IGD, papalah yang paling khawatir liat kedaaan kamu yang kejang2 dan tidak sadarkan diri. Dia selalu mendesak dokter jaga di IGD agar dapat menangani kamu secepat mungkin. Waktu itu, di IGD sedang banyak sekali pasien yang harus ditangani bahkan sampai2 tempat tidur di ruang IGD penuh (tidak ada yang kosong). Papa kamu setiap kali memanggil dokter & suster supaya mereka menangani kamu secepatnya.

    BalasHapus